Results 1 to 1 of 1

Thread: Nilai-Nilai Kebenaran

  1. #1
    ROLer Starter Roller Starter
    Join Date
    Aug 2010
    Usia
    46
    Posts
    128
    Rep Power
    4

    Cool Nilai-Nilai Kebenaran

    Amal-amal kebajikan (al-birr) sarat dengan nilai-nilai kebenaran! Apakah yang disebut nilai-nilai kebenaran? Allah Azza wa Jalla mengajari manusia melalui rasul-Nya di dalam al-Qur'an (yang diwahyukan) tentang kebenaran. Segala hal yang bersumber dari al-Qur'an mengandung kebenaran (haq). Maka, setiap amal yang merujuk kepada ayat-ayat Allah, amal itu mengandung nilai-nilai kebenaran! Jika setiap melakukan dan menjauhi perbuatan (amal), sebagaima menjadi perintah dan larangan Allah, maka perbuatan tersebut pasti benar! Jadi, nilai-nilai kebenaran adalah sebuah muatan suatu perbuatan tidak berseberangan dengan ayat-ayat Allah.

    Begitu juga dalam perkataan! Seseorang telah berkata-kata, baik lisan maupun tulisan, apabila memuat perkataan yang tidak bertentangan dengan al-Qur'an, berarti perkataannya mengandung nilai-nilai kebenaran. Perkataannya sejalan dengan ayat-ayat al-Qur'an. Mengapa ayat-ayat Allah? Bukankah sabda nabi Muhammad saaw juga mengandung kebenaran? Anda benar. Sabda nabiuna Muhammad saaw pasti benar karena perkataan dan perbuatannya adalah mengikuti sebagaimana petunjuk Allah! Seorang rasul (utusan) pasti tidak beda dalam perkataan dan perbuatannya dengan Yang Mengutusnya. Perkataan dan perbuatan nabi adalah perkataan dan perbuatan Allah!

    Pendapat seseorang belum tentu mengandung nilai-nilai kebenaran! Pendapatnya sebatas pemikirannya! Selama perkataan seseorang merupakan hasil suatu analisa dan dapat dibuktikan kebenarannya sebagaimana ayat-ayat Allah atau hadits nabi, yang dapat dibuktikan kebenarannya, maka dapat dikategorikan memuat nilai-nilai kebenaran! Perkataannya sejalan dengan ayat-ayat Allah! Bagaimana dengan perkataan para ahli hikmah? Adakah mengandung nilai-nilai kebenaran?

    Ahli Hikmah adalah seseorang yang telah mendapatkan anugerah Allah pemahaman mendalam tentang al-Qur'an dan as-Sunnah. Pemberian anugerah Allah adalah hal lain di luar kebanyakan manusia pada umumnya! Allah Azza wa Jalla menganugerahkan kepadanya atas dasar kebijaksanaan-Nya untuk menjadi pelajaran bagi kebanyakan manusia. Perkataannya adalah bukan pendapatnya! Perkataannya adalah pesan-pesan yang diberitakan dari dalam hatinya! Hati bukanlah akal, tetapi sebuah wadah yang menyimpan nilai-nilai kebenaran. Maka, perkataan Ahli Hikmah bukan atas dasar analisa, melainkan luncuran pesan-pesan yang berasal dari Yang Memiliki wadah itu (hati), yaitu Allah! Ahli Hikmah tentu saja bukan nabi-Nya!

    Sekali pun bukan nabi-Nya, Ahli Hikmah penerus nabi-Nya untuk menyampaikan pesan-pesan kebenaran. Semua perkataannya bukan pemikirannya, tetapi Allah Azza wa Jalla memberinya pengetahuan mendalam tanpa harus membaca, merujuk, menyandarkan pendapat para ahli ('ulama) kecuali al-Qur'an dan sabda nabi-Nya saaw. Ulasannya datang dengan sendirinya dari hati, bukan dari otaknya. Karena itu, dia tidak pernah merencanakan atau membuat outline ketika akan menulis! Tulisannya seketika terjadi bila muncul petunjuk untuk menulis!

    Perkataan Ahli Hikmah merupakan anugerah Allah! Allah Azza wa Jalla berfirman, “Allah menganugerahkan al-hikmah (kefahaman yang dalam tentang al-Qur'an dan as Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)” (al-Baqarah:269).

    Para wali Allah adalah Ahli Hikmah, tetapi tidak semua Ahli Hikmah adalah wali-Nya! Ketentuan tentang siapa di antara mereka adalah wali-Nya, hanya Allah Yang Maha Memiliki Kekuasaan. Yang pasti Ahli Hikmah yang ditunjuk ayat al-Qur'an di atas adalah kaum mu'min yang akalnya tunduk dan patuh hanya kepada Allah Azza wa Jalla!

    Allah Azza wa Jalla menganugerahkan al-Hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Keputusan Allah Azza wa Jalla adalah ketetapan-Nya! Dia Maha Kuasa atas semua yang dikehendaki-Nya! Bagi-Nya sangat mudah untuk berbuat sebagaimana kehendak-Nya! Pikiran manusia hanya sebatas mengetahui dari yang dapat dijangkau oleh kemampuan intelegensinya. Oleh karena itu, berpikir tidak menjadikan orang yang menggunakannya dapat memahami isi yang dikandung di dalam al-Qur'an. Allah SWT hanya menganugerahkan pemahaman terhadap ayat-ayat-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, yaitu orang-orang yang memperoleh al-Hikmah, yang akalnya tunduk dan patuh kepada-Nya!
    Last edited by ahmad; 02-04-2011 at 08:57 AM.

Tags for this Thread

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •