Results 1 to 4 of 4

Thread: Akal Cerdas Awas Bisikan Setan

  1. #1
    ROLer Starter Roller Starter
    Join Date
    Aug 2010
    Usia
    45
    Posts
    128
    Rep Power
    4

    Cool Akal Cerdas Awas Bisikan Setan

    “Allah menganugerahkan al-hikmah (kefahaman yang dalam tentang al-Qur'an dan as Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)” (al-Baqarah:269).

    Orang yang berakal cerdas belum pasti adalah orang yang dikaruniai al-hikmah. Banyak orang cerdas tetapi dia kafir, munafik, musyrik, fasik. Manusia yang dikaruniai oleh Allah dengan akal yang cerdas kerapkali pandai memutarbalikkan fakta. Anda cerdas belum tentu anda beriman kepada ayat-ayat Allah. Tetapi, bila dia adalah orang yang diberi al-hikmah, insya Allah dia menggunakan akalnya untuk mengambil pelajaran. Inilah akal cerdas yang baik hati. Kecerdasan intelegensinya (IQ) boleh jadi biasa-biasa saja, tetapi hatinya cerdas (SQ). Akal yang cerdas bukan jaminan sebagai orang yang yakin terhadap sesuatu yang tak tampak. Para pemikir yang menyandarkan apa yang ada di akalnya mudah dijebak oleh bisikan setan. Andaikan anda cerdas akalnya, tetapi hatinya kosong dari mengingat Allah, maka anda sangat mudah terseret oleh rayuan setan yang membisik-bisik kejahatan di dada anda, yang dialihkan kepada akal anda. Apabila seseorang yang hatinya condong kepada kesesatan, akibat hatinya kosong tidak mengingat Allah, maka dia sangat menyukai menafsirkan ayat-ayat yang mutasyabihat. Padahal ayat-ayat yang mutasyabihat itu adalah ayat-ayat yang hanya Allah yang dapat mengerti artinya. Allah berfirman, “Dia-lah yang menurunkan al-Kitab (al-Qur'an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat itulah pokok-pokok isi al-Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal” (Ali Imron:7).

    more
    Last edited by ahmad; 10-20-2010 at 11:51 AM.

  2. #2
    ROLer New Comer
    Join Date
    Oct 2010
    Location
    Zelenograd, Russia
    Usia
    24
    Posts
    8
    Rep Power
    0
    betul.. makanya awak selalu punya quote, "what if religion and intelligence joined"

    secerdas Yahudi, sedisiplin Jepang, & berakhlak Muslim. Pastinya mantab tuh bang..

  3. #3
    ROLer Starter Roller Starter
    Join Date
    Aug 2010
    Usia
    45
    Posts
    128
    Rep Power
    4
    Quote Originally Posted by Arctic_Fox View Post
    betul.. makanya awak selalu punya quote, "what if religion and intelligence joined"

    secerdas Yahudi, sedisiplin Jepang, & berakhlak Muslim. Pastinya mantab tuh bang..

    Alhamdulillah Allah SWT telah membuka suara hati anda Bang! Kalau saja anda meyakini bahwa hati adalah paling patut menjadi imam dalam diri kita, maka pasti akal tak menolaknya. Artinya, berpikir tidak semestinya dengan akal saja, melainkan menjadikan akal yang cerdas tunduk kepada suara hati. Inilah yang dimaksud dengan hati cerdas yang baik hati. Anda tetap cerdas secara lahir, tetapi hati juga tidak kosong dengan dzikir kepada Allah Yang Maha Pencipta. Anda tetap berpikir dengan otak anda, tetapi hati harus diikutsertakan dalam mengambil keputusan (joined between intelegence and spiritual/heart). Saya setuju bila demikian, agar anda menjadi Muslim yang cerdas berhati mulia!

  4. #4
    ROLer New Comer
    Join Date
    Oct 2010
    Location
    Zelenograd, Russia
    Usia
    24
    Posts
    8
    Rep Power
    0
    Quote Originally Posted by ahmad View Post
    Alhamdulillah Allah SWT telah membuka suara hati anda Bang! Kalau saja anda meyakini bahwa hati adalah paling patut menjadi imam dalam diri kita, maka pasti akal tak menolaknya. Artinya, berpikir tidak semestinya dengan akal saja, melainkan menjadikan akal yang cerdas tunduk kepada suara hati. Inilah yang dimaksud dengan hati cerdas yang baik hati. Anda tetap cerdas secara lahir, tetapi hati juga tidak kosong dengan dzikir kepada Allah Yang Maha Pencipta. Anda tetap berpikir dengan otak anda, tetapi hati harus diikutsertakan dalam mengambil keputusan (joined between intelegence and spiritual/heart). Saya setuju bila demikian, agar anda menjadi Muslim yang cerdas berhati mulia!
    bukan awak aja bang, tapi kita semua umat Muslim jangan mau kalah sama mereka, padahal kan sama-sama butuh makan minum.

Tags for this Thread

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •