Pada dasarnya Allah Subhanahu wa Ta’ala hanya menciptakan dua jenis manusia. Yaitu, laki-laki dan perempuan. Di mana untuk kedua ciptaannya itu ( laki-laki dan perempuan ), Allah Subhanahu wa Ta’ala tanamkan dalam hatinya masing-masing rasa saling membutuhkan. Coba perhatikan kalimat saya di bawah ini…..!
“biasanya…., laki- laki membutuhkan perempuan dan sebaliknya. Atau…, biasanya perempuan menyukai laki-laki, dan sebalikanya.”
Lalu perhatikan juga kalimat saya di bawah ini….,
“Biasanya laki-laki membutuhkan laki-laki dan tidak ada sebaliknya. Atau…., biasanya perempuan menyukai perempuan, dan tidak ada sebaliknya.’
Rancu kan….!
Oleh karena itu, tidak usahlah kita mempermasalahkan sesutu yang sudah pasti. Karena sebenarnya…., tanpa membuka peraturan Allah Subhanahu wa Ta’ala ( Al-Qur’an ) juga yang salah itu akan nampak.

Dan begitupun dengan makhluk-makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lainnya. Seperti binatang misalkan. Ayam jantan sangat membutuhkan ayam betina dan begitupun sebaliknya. Itu terjadi semata bukan hanya karena si ayam jantan tadi, atau si ayam betina tadi ingin mempunyai keturunan, namun sudah pada kodrat_Nya lah jika seekor pejantan membutuhkan betina. Dan itulah ketentuan lanjutan daripada penciptaan ayam. Dan mereka ( para ayam-ayam itu ) masih terus menjaga ketetapan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan sampai sekarang. Karena memang sampai saat ini, saya belum pernah melihat ayam jantan yang menyukai ayam jantan. Dan begitu juga dengan yang betina……!
Baiklah, sekarang kita kembali kepada permasalahan manusia. Untuk urusan ayam biara ayam sendiri yang membereskannya…..!
Telah saya sebutkan tadi di atas, bahwa sudah menjadi ketentuan_Nya lah, seandainya seorang laki-laki membutuhkan seorang perempuan dan begitupun sebaliknya. Dan sudah ketentuan_Nya pula kalau yang namanya laki-laki kepengen “titik-titik” sama yang namanya perempuan. Dan begitu pula sebaliknya.
Lalu bagaimana dengan ayam….?
Ya sama ayam juga…..! namun dalam hal ini kita musti tahu, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan Al-Qur’an itu sebagai petunjuk untuk manusia, bukan untuk ayam…..! ayam jantan dan ayam betina bisa “ titik-titik” kapanpun dan di manapun mereka mau. Tidak ada aturan tentang itu. Karena memang Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mengaturnya. Lalu…, kenapa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mengaturnya….?
· Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mau ngerepotin manusia. Karena memang yang namanya manusia itu, jangankan untuk ngurusin ayamnya yang berzina….., lawong anaknya yang berzina juga nggak keurus…..!
· Karena anak ayam tidak akan pernah bertanya dimana dan siapa ayah saya. Seekor anak ayam, sudah merasa sangat senang dan nyaman bila berada di pangkuan mamanya….!
· Tidak ada beban kewajiban dalam sebuah keluarga ayam. Oleh karena itu, ayah, ibu dan anak pada keluarga ayam, tidak akan dimintai penjelasannya di akhirat kelak.
· Tidak ada rasa sedih ataupun duka dalam urusan lawan jenis. Karena memang, belum pernah saya mendengar ataupun melihat, ada seekor ayam betina yang bunuh diri sehabis di perkosa ataupun diputusin. Dan juga…, belum pernah saya mendengar dan menyaksikan ada pejantan yang murung karena kekasihnya menjadi milik yang lain. Dan lain sebagainya.
· ayam itu tidak suka ngegosip. Oleh karena itu, mereka tanpa musti malu melakukan “titik-titik” dengan siapa, dimana, dan kapanpun mereka mau. Karena memang ayam nggak punya malu.
· Dan lain sebagainya. Pikir aja sendiri. Tapi yang jelas…., manusia jangan seperti ayam, kalau mau dibilang manusia…..!
Kok…..jadi ngurusin ayam lagi ya……?
Tapi, nggak apa-apalah….! Kalau ini tulisan kebanyakan mengulas tentang ayam, maka akan saya kasih judul “ bila ayam ingin bercinta” tapi kalau manusia yang mendominasi buku ini, maka akan saya kasih judul “ bila manusia ingin bercinta”. Toh sama saja. Untuk jaman sekarang ini, ayam sama manusia hampir nggak ada bedanya. Ayam begitu…, manusia juga begitu. Tapi yang pasti, di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak, ayam akan mempunyai nilai lebih dibandingkan manusia. Karena apa…..? karena ayam dari dulu sampai sekarang, masih berada dalam ketetapan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala tentukan. Beda dengan manusia. Prilaku manusia sudah semakin mendekati ketetapan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala peruntukan bagi makhluknya yang bernama ayam.” Supaya dapat penilaian lebih kayaknya…..!!!!