Announcement

Collapse
No announcement yet.

Dzikir Nasional 2013 Cara Tepat Maknai Tahun Baru

Collapse
This is a sticky topic.
X
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Dzikir Nasional 2013 Cara Tepat Maknai Tahun Baru

    Dzikir Nasional (2002-sekarang)

    Setiap pergantian tahun, sudah jamak jika di berbagai tempat digelar pesta. Hura-hura dan bermewah-mewahan selalu menjadi ciri khas memasuki tahun baru. Kembang api yang memancarkan keterangan di langit juga menjadi icon setiap pergantian tahun. Setelah itu, lenyap, tak bermakna.

    KH Ali Yafie menggolongkan pesta tahun baru seperti itu sebagai mubah. Bahkan, jika sudah kebablasan, hukum mubah bisa menjadi haram. Maklum, dalam berbagai pesta yang digelar menyambut tahun baru, tak jarang ditingkahi dengan pertunjukan yang tak senonoh, tak jarang pula yang melakukan toas dengan minuman beralkohol.

    Menyadari hal itu, Republika sebagai koran umat menyediakan alternatif. Filosofinya diubah, dari pesta menjadi perenungan. Jadi tahun baru bukan menjadi ajang pesta, bukan dilewati dengan hura-hura, tetapi diubah format menjadi ajang kontemplasi, perenungan terhadap apa yang telah kita lakukan pada tahun lalu, dan bagaimana menyongsong tahun depan.


    Dokumentasi Dzikir Jogja 2007

    Perenungan yang paling sempurna bagi umat Islam adalah lewat dzikir. Untuk itu Republika mengajak masyarakat untuk merayakan tahun baru dengan dzikir. Dzikir pertama digelar ketika memasuki tahun baru 2003 yang dipimpin oleh ustaz Arifin Ilham, pengelola Majelis Azzikra. Masjid At-Tin di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menjadi saksi bahwa masyarakat Indonesia memiliki cara yang lebih beradab dalam menyambut tahun baru.


    Dokumentasi Dzikir Nasional 2009

    Puluhan ribu orang menghadiri acara Dzikir. Itu membuktikan bahwa umat Islam rindu merayakan tahun baru dengan cara-cara yang lebih Islami. Puluhan ribu orang itu pula tertunduk menangis saat dzikir digemakan. Mereka hanyut dalam samudra tangis dengan diiringi lantunan suara asma Allah. Mereka meninggalkan sifat hedonisme dalam menyambut pergantian tahun agar lebih dekat dengan Sang Pencipta.


    Dzikir menyambut tahun baru ini terus hadir sampai sekarang. Bahkan tak hanya di Jakarta tetapi juga di wilayah di mana Republika memiliki kantor perwakilan.

    Untuk pergantian tahun ke 2014 ini, Jakarta menggelar Dzikir di Masjid At-Tin,



    Bandung di Masjid Pusdai,




    dan Yogyakarta di Masjid Syuhada.



    Tema yang digelar berubah, mengikuti situasi dan kondisi. Tapi, intinya tetap, yakni menyambut tahun baru dengan perenungan diri lewat dzikir. Republika memberikan warna baru dalam menyambut tahun baru. Tak ada suara terompet, tak ada kembang api, tak ada pesta hura-hura, yang ada hanyalah lantunan asma Allah.


    Dokumentasi Dzikir Nasional 2008
Working...
X