Announcement

Collapse
No announcement yet.

3 Drama Jepang yang Sukses Menguras Air Mata

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • 3 Drama Jepang yang Sukses Menguras Air Mata

    Menonton drama dengan TV LCD memang akan terasa lebih puas. Apalagi sekarang harga TV LCD sedang murah-murahnya. Nah, lebih puas lagi jika menonton drama Jepang yang membuat air mata tiba-tiba mengalir. Sudah siap dengan remote dan tisu? Yuk, kita lihat beberapa judul drama Jepang yang sukses membuat menangis sesenggukan.

    Love That Makes You Cry
    Dari judulnya saja sudah terdengar sedih, ya. Serial yang dibuat pada tahun 2016 ini berkisah tentang pasangan yang sama-sama memiliki latar belakang menyedihkan. Sugihara Oto adalah seorang perempuan muda yatim piatu. Ibunya meninggal dunia sejak ia masih kecil, sehingga ia diasuh oleh orang tua angkat. Orang tua angkat tersebut memaksanya menikah dengan pria kaya berusia 20 tahun lebih tua darinya. Sementara, Ren, merantau ke Tokyo untuk mengumpulkan uang demi memulihkan lahan pertanian kakeknya. Kepahitan hidup membuat keduanya bertemu. Nah dari situlah kisah cinta dan persahabatan menguras air mata dimulai.

    Kiyoku Yawaku
    Cerita film ini berkutat pada kehidupan seorang Kanna Seto, gadis yang kehilangan sahabatnya akibat kecelakaan saat SMA. Cerita ini kian menyedihkan karena ternyata Haruta, sahabatnya tersebut, menaruh perasaan padanya. Setelah kejadian yang meninggalkan trauma itu, Kanna pun berubah menjadi sosok yang pemurung. Suatu hari, Kanna bertemu Roku Akazawa yang ternyata memiliki masa lalu serupa dengannya. Dengan segala usaha dan kesabarannya, Roku berusaha membuat Kanna melupakan kenangan pahitnya dan merasakan cinta lagi.

    Boku no Ita Jikan
    Cerita ini memberi pelajaran bagi kita untuk melihat segala sisi positif di tengah hal-hal buruk yang sedang menimpa. Sawada Takuto adalah seorang mahasiswa tahun keempat yang tidak percaya diri ketika berhadapan dengan lawan jenis. Ia bahkan sebisa mungkin menghindari interaksi yang melibatkan emosi dengan orang lain. Pada satu ketika, ia divonis menderita Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) yang tidak bisa disembuhkan. Ia pun tidak ingin melewatkan sisa waktunya di dunia dengan percuma, maka Takuto pun mulai mengeksplorasi hidupnya dengan pikiran dan semangat yang positif.


Working...
X