Announcement

Collapse
No announcement yet.

Terapi Hati #1

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Terapi Hati #1

    Click image for larger version

Name:	de6d9fb178a30a472b30aa0602e8f9dc.jpg
Views:	1
Size:	17.5 KB
ID:	916

    Rumah itu lusuh, tak ada yang sedap dalam pandangan. Bukan karena bilik bambu yang jadi dindingnya, namun serakan sampah yang sering terlelap dihalaman itu menganggu! Mustahil rasanya, jika bangunan yang lumayan besar itu tak berpenghuni. Ada dua, bahkan sampai tiga sepeda tua terparkir didepan rumah itu, gundukkan pasir yang jadi ajang bermain bocah-bocah dikala hujanpun turut jadi pemandangan yang kerap. Hmmm... apa iya mereka nyaman dengan kondisi seperti itu? atau aku yang terlalu sok bersih, sok rapi, dan sok apik? "Jangan sudutkan aku pada keangkuhan Ya Rabb..." bisik hatiku saat itu.

    Lelaki berkopiah putih itu mengayuh sepeda tuanya dengan semangat! ada ketegaran luar biasa yang kulihat dari sorot matanya, hati ini pun kembali dalam nada-nada bertanya. "Setua itu, masih bekerja?" Hufftt... kulihat Lelaki tua itu menuju sebuah jalan raya. Lalu berhenti disebuah saung berukuran 2 x 2,5 meter. Diambilnya sebuah sapu lidi panjang, lalu dikenakannya topi lusuh menutupi kopiahnya, dan dengan senandung kecil ia menyapu jalanan itu tanpa rasa malu. Senyumnya lebar, seolah meluluhkan kekhawatiran di benakku. Hmmm... tiba-tiba aku peduli tentang sosoknya ! dengan sigap kuarahkan kamera dan entah berapa banyak aku memotretnya...


    "Kenapa malam ini tercipta suasana dingin yang hebat?" sial... umpatku, sambil mengenakan kaus kaki cokelat pemberian gadis manis asal ciamis.. tak lupa kupertebal bungkus badanku dengan empat lapis baju. Terakhir sweater biru muda dari 'dia' yang pernah kucinta.. dengan sigap kubungkus sebuah frame tentang perjalanan seorang lelaki tua yang jadi perhatianku akhir-akhir ini. Hmmm.. besok akan kujumpai lelaki tua itu, dengan oleh-oleh yang kubawa untuknya! "Untuk Bapak..." tulisku pada sebuah kertas putih pembungkus bingkisan itu..

    ***
    Mereka bersorak, bahkan tak sadar berteriak diantara khalayak! Aku tetap dalam jeep ku, memandang kebahagiaan semesta milik lelaki tua itu. Hanya itu... padahal cuma itu... kataku dalam benak yang beronak! menjelang subuh tadi, sengaja kuletakkan bingkisan itu didepan pintu rumahnya!............

    ***
    Dua tahun berlalu, didepanku bukan lagi rumah lusuh, lebih minimalist memang, tapi buatku takjub! setidaknya rumah itu terlihat bersih dan rapi, ada aneka tanaman dan bunga di halamannya. Dan yang terpenting adalah senyum itu tak pernah lepas dari wajah lelaki tua itu. Hmmm... Ada kios kecil di halamannya ternyata, tepatnya kios menjual nasi uduk juga lontong sayur... "Akhh.. masih saja mereka bersikap sederhana..." aku cemburu, cemburu pada kemesraan dua manusia renta yang tak lekang oleh waktu untuk bahu-membahu.. aku cemburu, cemburu pada kerendahan hati bocah-bocah kecil itu! aku cemburu pada waktu yang belum pertemukan aku dengan ketulusan yang beralasan!

    "Mau sarapan apa Dik...?" tiba-tiba saja Ibu tua itu bertanya.

    "Hmm.. nasi uduk saja bu..." jawabku gugup, tak sadar aku memang sudah agak lama duduk dikursi panjang yang disediakan disitu.

    "Orang baru ya Dik, saya baru liat... " dengan ramah, ibu itu kembali bertanya.

    "Gak juga sih bu'.. Dua tahun lalu saya sering lewat sini, cuma memang baru mampir kesini.." jawabku dengan ketenangan.

    Dalam sekejap, sepiring nasi uduk dan gorengan ada dalam hadapanku sekarang, sesegera mungkin kunikmati...

    "Dulu.. saya lewat sini, kayanya belum ada yang berjualan bu'.. Ibu penghuni baru ya?" iseng kutanyakan perihal perubahan yang ada sekarang!

    "Gak ko'.. tapi rumah dan suasananya yang baru Dik... Dulu ini rumah kumuh, tapi Allah memang baik, diberikannya kami rizki yang entah darimana..." Ibu itu bercerita, bahagia tapi terkesan hampa...

    "Mmmm,,, kenapa di beri rizki Ibu malah bersedih?" tanyaku, terkesan menyelidik, namun kusembunyikan dengan menikmati nasi uduk.

    "Dua tahun lalu,.. tiba-tiba didepan rumah kami ada bingkisan Dik,.. isinya foto-foto perjalanan Bapak, dari rumah menuju tempatnya bekerja! bukan itu saja, ada selembar cek sebesar Rp. 1 miliar..!" si Ibu menerawang bercerita, aku hanya terdiam... dan menggumam dalam hatiku..

    "Lalu???" kembali aku bertanya.

    "Yaaa,.. namanya kita orang susah Dik,.. kita gak tahu sipengirim itu siapa, makanya kita takut untuk pakai uang itu,.. walaupun ada surat dari sipengirim kalau itu buat Bapak, Tapi apa iyaa.. ada malaikat yang tiba-tiba datang terus kasih uang yang jumlahnya miliar itu?" Ibu itu pun menatapku, seolah menginginkan jawaban dariku.

    "Mungkin saja kan bu..?" jawabku sambil tersenyum..

    "Memang mungkin, tapi kami lebih memilih menyumbangkan uang itu kepanti asuhan, dan yayasan-yayasan lainnya Dik.." tiba-tiba suara berat itu mengejutkanku, suara lelaki tua yang kukagumi sosoknya. Aku terperanjat!

    "Disumbangkan???" tanyaku tak percaya...
    "Lalu perubahan hidup Bapak sekarang ini bukan dari hasil pemberian itu?" kembali kuutarakan pertanyaanku.

    "Yaa ada kaitannya ko' sama pemberian itu.. perubahan ini semua hasil dari keihklasan kami menyumbang pemberian misterius dua tahun lalu... setidaknya Allah menjaga kami untuk tidak hanyut dalam hal duniawi..." jawab lelaki tua itu dengan senyum penuh arti...

    ***
    Satu hal aku tahu sekarang ! aku masih sombong!!! rutuk hati Gege..

  • #2
    ceritanya sangat berkesan. Saya sampai merinding bacanya
    http://www.gudangcouple.com - http://www.uniqueoutletonline.com

    Comment


    • #3
      Hehehe...ini copy paste dari novel yach, dikutip buku dan pengarangnya dunkz
      search engine optimization|fruit plant|penghilang tatto permanen|grosir kosmetik|grosir kosmetik|google adsense|link building|pr checker|dummy blog|rss feed sites list

      Comment


      • #4
        ini merupakan sebuah cerita yang sarat makna dan bisa dijadikan teladan bagi kita semua.
        iklan baris gratis - iklan gratis

        Comment


        • #5
          Iklanya keren nih menarik untuk dibaca sangat menginspirasi thanks bro
          http://www.jamtangankerenabis.com/

          Comment


          • #6
            kalau ini hasil dari copy paste novel, kasih sumbernya dong..
            tapi ceritanya keren sob.. ^_^
            teknet sepan

            Comment


            • #7
              Sangat senang sekali baca karya fiksi yang ini
              Anda bisa mempertimbangkan smartphone Android RAM 4GB sebagai pilihan terbaik. Temukan daftar gadget Android RAM 4GB terlengkap murah hanya di griyagadget.com.
              Life Komputer | Bagopa | Griya Gadget

              Comment


              • #8

                Rumah itu lusuh, tak ada yang sedap dalam pandangan. Bukan karena bilik bambu yang jadi dindingnya, namun serakan sampah yang sering terlelap dihalaman itu menganggu! Mustahil rasanya, jika bangunan yang lumayan besar itu tak berpenghuni. Ada dua, bahkan sampai tiga sepeda tua terparkir didepan rumah itu, gundukkan pasir yang jadi ajang bermain bocah-bocah dikala hujanpun turut jadi pemandangan yang kerap. Hmmm... apa iya mereka nyaman dengan kondisi seperti itu? atau aku yang terlalu sok bersih, sok rapi, dan sok apik? "Jangan sudutkan aku pada keangkuhan Ya Rabb..." bisik hatiku saat itu.

                Comment

                Working...
                X